LIVE IN
Tanggal 31 Januari 2024 merupakan moment bersejarah bagi sekolah SMP Ign Slamet Riyadi Karawang, Terutama untuk kelas 9 tahun ajaran 2023/2024 yaitu kegiatan Live in. Ya.. benar sekali, di angkatan kelas 9 ini, untuk pertama kalinya diadakan kegiatan Live in. Tentu sebuah terobosan luar biasa yang dilakukan sekolah mengingat kebutuhan dan menjawab tantangan pendidikan dimasa kini. Walaupun kelas 9 merupakan “sisa” dari kurikulum tiga belas namun beruntung bagi angkatan ini karena sudah merasakan kurikulum merdeka dalam pendekatan belajarnya, sehingga kegiatan live in ini terjadi karena adanya mata pelajaran yang menjadi dasar kegiatan yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
“Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Pedesaan” merupakan tema utama kegiatan live in perdana ini, mengajak siswa tinggal bersama di salah satu desa di Kabupaten Purwakarta yaitu desa Tajur Pasanggrahan Kec. Bojong Jawa Barat. Tempat Live in perdana ini memang berjarak cukup dekat dengan Sekolah sekitar 2-3 Jam perjalanan, meskipun dekat namun originalitas sebuah desa masih terasa, keramahan warga juga begitu asri terasa, hamparan sawah dan juga rumah tradisional atau rumah panggung masih terjaga disana sehingga begitu terasa kehidupan desa yang menjadi tujuan utama kami.
Berangkat pagi jam 7 pagi dan sampai di tujuan sekitar pukul 09.00 lalu dilanjutkan dengan naik mobil terbuka untuk menjangkau desa Tajur, menyenangkan sekali naik mobil terbuka dengan suasana pemandangan yang begitu asri dan indah. Sesampainya disana siswa langsung di kumpulkan disebuah tempat seperti aula dan dibagi kelompok dan rumah tinggal sementara bersama orang tua setempat atau disebut induk semang. Sampai dirumah induk semang sudah disambut dengan masakan dan cemilan yang begitu menggoda lidah, ditambah hawa dingin yang menyejukkan, apa lagi keluarga induk semang yang begitu ramah, rasanya ingin selamanya tinggal disana.
Setelah makan siang dan bercengkrama dengan keluarga induk semang kegiatan dilanjutkan dengan belajar membuat gula Aren. Siswa diajak berkumpul di lapangan dan seorang petani penyadap air nira (dari pohon aren) diajak dari proses air nira menjadi gula dan dicetak, dan siswa berkesempatan mencoba gula hasil masak hari itu secara langsung, “hmmmm manis sekali . . . “. Dari kegiatan tersebut sekolah ingin memberikan pembelajaran bahwa hidup bersanding dengan alam, kita tidak akan merasa kekurangan dalam hal pangan dan menjaga alam dengan penuh cinta kasih adalah salah satu caranya.
Hari kedua siswa diajak bermain disawah dan bermain gebug bantal, sebuah pengalaman menyenangkan dan tak kan terlupakan ketika siswa membajak sawah dengan menggunakan kerbau dan disawah diakhiri dengan menanam padi oleh siswa perempuan. Lalu sebelum bermain gebug bantal siswa diajak bersih-bersih diri di air terjun mini dengan air yang jernih dan tentunya dingin seperti es, Seru! Dalam bermain gebug bantal siswa begitu menikmati karena setelah itu didalam area gebug bantal siswa bersama sama berlomba untuk menangkap ikan dan pada akhirnya ikannya digoreng dirumah induk semang masing masing dan yumiiiii enak!!
Setelah bermain seharian malam harinya merupakan malam yang haru karena siswa dan guru pendamping harus berpamitan dengan induk semang. Setiap kelompok menyampaikan kesan dan harapannya kepada induk semang dan tentunya moment haru beserta lucu tercurah menjadi satu. Penuh canda tawa apalagi ketika perform setiap kelompok yang berakhir sekitar pukul 23.00. Dilanjutkan pagi harinya kami hiking yang menyenangkan.
Dari kegiatan live ini perdana ini sekolah merasa berhasil mengajak siswa menikmati nuansa desa dan nilai hidup yang dijaga oleh warga desa Tajur, bagaimana mereka menjaga alam, berkolaborasi dengan alam, memanfaatkan alam dan tidak over ekploitasinya. Mempelajari kegiatan warga yang memanfaatkan hasil alam memberikan kesadaran bahwa ekonomi di desa berjalan dengan baik dan tentunya bisa menjadi salah satu ide kreatif siswa kelak kembali ke sekolah dan masyarakat untuk mempraktekkannya.